Selasa, 01 Januari 2019

Selamat Tahun Baru; Perihal Rencana, Cinta dan Kebersamaan

Tahun Baru 2019 Kebersamaan Sahabat Cinta

Kami yang melabelkan diri sebagai #TimKalengKaleng sudah menyusun rencana untuk menghabiskan malam tahun baru 2018, sekaligus menyambut tahun 2019. Rencana ini bisa dibilang sangat mendadak, kami hanya akan berkumpul di salah satu rumah teman kami. Sekadar bercerita, main UNO, makan-makan. Atau apa saja. Asal kumpul.

Aku menatap jam di ponselku, tepat pukul 18.22 WIB aku berangkat menuju tempat kumpul yang sudah disepakati. Rumah Mbak Ika. Aneh, kenapa Surabaya terlihat sepi? Pada kemana orang-orang menghabiskan malam tahun baru? Memilih berdiam diri di rumah karena tahu bahwa cuaca sedang mendung dan khawatir turun hujan? Atau sengaja menghangatkan obrolan bersama keluarga sambil menonton acara tv di rumah masing-masing? Entah. Memang lebih baik kalau kota ini terlihat sepi, tidak perlu ada yang saling memainkan klakson kendaraan karena tidak sabar menjamur di tengah macetnya jalan. Aku terus melaju dengan kecepatan sedang.

***
Setelah semua pasukan berkumpul di rumah Mbak Ika, kami mulai menyiapkan makan malam. Sebelumnya, kami sudah pergi belanja ke pasar membeli kepiting, udang dan ikan lain untuk disantap di malam hari. Bahkan, diantara kami pula yang menjadi juru masak. Dan kayaknya kalian wajib deh merasakan masakan dari tangan leluhur teman kami ini. Asli sih masakannya enak banget!

Haydar Iskandar Tahun Baru 2019 Sahabat Cinta Kebersamaan Makan Makan

Setelah makan malam selesai, kami mulai bingung mau ngapain lagi. Belum pukul 21.00 tapi teman kami ada yang mulai merasa ngantuk. Akhirnya kami memutuskan untuk bermain game kartu UNO. Tantangan bagi yang kalah adalah jongkok sampai dia menjadi pemenang pertama. Selama dia belum menjadi orang pertama yang menang di putaran game selanjutnya, maka dia belum boleh duduk.

“Sepakat!” Kami bersorak kompak menanggapi tantangan game kali ini.

Di putaran pertama, kedua, ketiga dan selanjutnya beberapa diantara kami secara bergantian harus melakukan hukuman karena kalah. Termasuk aku. Bahkan ada salah satu teman kami yang dari putaran pertama belum merasakan menang (Antara kasihan dan senang melihat teman menderita). Dan ada juga teman kami yang berlagak sombong karena dari awal belum terkalahkan (Sebenernya karena beruntung aja sih, bukan karena jago main).

Sembari asik dan fokus bermain UNO, kami juga bercerita banyak hal lucu sampai menciptakan gelak tawa pecah diantara kami. Di samping rumah Mbak Ika juga ada acara kumpul bareng warga sambil karaokean. Nah, salah satu topik gibah kami adalah tentang bapak-ibu yang secara bergantian berkaraoke. Secara mendadak kami seakan menjadi juri dari sebuah kompetisi pencarian bakat. Mulai dari mengkomentari suaranya yang kurang baguslah, hingga pemilihan lagu yang kurang terkenal. Ah, pokoknya kita seakan jadi juri hebat. Padahal kalau disuruh nyanyi pun belum tentu bisa. Namanya juga #TimKalengKaleng.  

Malam semakin larut. Satu sama lain diantara kami pun rutin melihat jam. Memastikan tahun baru tinggal berapa menit lagi. Obrolan pun semakin hangat. Bahkan ada yang nyeletuk tentang resolusi di tahun 2019. Berbagai rencana mulai muncul. Bahkan ada yang berencana menikah di tahun 2019 nanti (mari kita doakan semoga disegerakan, ya). Doa terbesar di 2019 nanti adalah kebersamaan yang selalu utuh. Saling menguatkan. Saling mengingatkan. Saling memberi makna. Saling menemani hingga satu persatu mimpi terlampaui. Selalu menjadi #TimKalengKaleng yang solid! Adakah hal yang lebih indah dari sebuah kebersamaan yang utuh?

Kebersamaan Tahun Baru 2019

Satu persatu petasan mulai berhamburan di langit Surabaya. Dari segala penjuru kota. Terdengar nyaring sekali. Kami bergegas mengambil ponsel dan mebuka fitur perekam video. Kami berdiri berjejer di atas balkon rumah. Mengarahkan ponsel ke arah datangnya petasan yang berhamburan di langit. Sesekali kami melirik ke arah jam tangan. Ada perasaan sedih, senang dan haru. Entah, kenapa aku pun mulai merasakan seperti itu. Barangkali aku sedih karena harus berpisah dengan tahun yang benar-benar mengajarkan banyak makna hidup bagiku. Barangkali aku senang karena Tuhan memberiku umur panjang dan kesempatan untuk memperbaiki diri dan mengejar segala cita-cita di tahun 2019 ini. Barangkali aku merasa haru karena kebersamaan malam ini, kebersamaan yang belum pernah aku rasakan, kebersamaan yang diselimuti oleh cinta, kebersamaan untuk waktu yang panjang. Semoga.

“Selamat tahun baru! Yeeeee.” Teriak salah satu diantara kami yang menyadari bahwa jam sudah menunjukkan tepat pukul 00.00 WIB.

(Ah, ini benar-benar bahagia! Ini benar-benar mengharukan. Ah!). Berulang kali aku membatin dengan kalimat-kalimat yang sama.

Kami pun semakin larut dengan suara petasan yang seolah saling bersautan dari segala penjuru kota. Kami sama-sama terdiam barang sejenak. Entah apa yang sedang mereka pikirkan. Doa pengharapan di tahun 2019, mungkin. Aku pun terdiam dengan doa yang sedang kupanjatkan. Tiba-tiba, ada salah satu teman perempuan kami yang terlihat cemas sambil memainkan ponselnya. Setelah kami tanya, ternyata suasana hatinya tak semeriah dan tak seindah petasan yang sedang berhamburan di langit. Bahkan mungkin dia sedang tak bergembira seperti yang kami rasakan. Kami berusaha menguatkan, berusaha memberikan lelucon receh agar hatinya menjadi riang kembali. Kami hanya tidak ingin, ada salah satu bagian dari kami yang merasa sedih disaat yang lain sedang berbahagia.

“Kamu kenapa?”  Tanya kami pada dia.

Dia hanya menjawab santai dengan senyum dan tawa tipis. “Hehehe, aku nggak papa kok.”

Ah dasar perempuan, selalu pandai menutupi kesedihannya walau sebenarnya ia sedang tidak berdamai dengan perasaannya sendiri. Kami terus berusaha menghibur dan menguatkan dia. Perihal hati, memang susah untuk didamaikan ketika sedang lara. Kita bisa saja berteori, tapi masalah hati bukan lagi soal teori.

Suara petasan mulai melemah. Hanya beberapa saja yang masih berhamburan ke langit dan terlihat samar. Aku melirik jam tangan. Sudah pukul 1 pagi ternyata. Aku bergegas untuk pamit lebih dulu. Saling berjabat tangan mengakhiri kebersamaan malam itu.
  
Tahun Baru 2019 Terima kasih cinta kebersamaan sahabat

Terima kasih tahun 2018. Terima kasih pertemuan, kebersamaan, pelukan, tawa, hingga kehilangan yang pernah terjadi. Terima kasih kalian! Malam itu aku sudah berdoa kepada Tuhan;

“Tuhan, peliharalah rasa cinta di hati ini untuk dia. Dan berilah petunjuk kepada saya. Sebab hanya Engkau yang tahu ada apa di masa depan, Tuhan. Sungguh, saya begitu mencintai dia. Sungguh, rasa ini tumbuh seperti sel kanker yang tak bisa saya kendalikan. Tuhanku, mohon ajari saya cara untuk mencintai dia dengan segala cinta. Menyayangi dia dengan segala sayang. Mengasihi dia dengan segala kasih. Dan membahagiakan dia dengan seutuhnya.”

Teruntuk kamu yang kini sedang dalam pelukan. Teruntuk kamu yang tak perlu kusebutkan namanya, akan kusempurnakan jari manismu dengan sebuah lingkaran kecil. Akan aku bayar cintaku dengan mahar berupa surat Ar Rahman. Selanjutnya akan kutitipkan sebuah anak cinta yang kecil, lucu dan imut pada dinding rahimmu.

Bismillah 2019; Perihal Rencana, Cinta dan Kebersamaan.

Surabaya, 1 Januari 2019



Jadilah pembaca setia gue, siapa tahu jodoh!

Reaksi:

4 komentar:

  1. Wah seru banget kelihatnnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah....
      Gimana nih cerita keseruan akhir tahun kemarin?

      Hapus
  2. Seru banget bisa kumpul bareng bareng hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Kak... Jadi pengen berlibur ke Malang
      hehehe

      Hapus