Sabtu, 20 Juni 2015

[Tips Goblog] Agar Tarawih Menjadi Khusyu’

Credit

Seperti dua sisi uang logam, sholat tarawih dan berpuasa di bulan Ramadhan memang tidak bisa dipisahkan. Nggak pernah ada ceritanya sholat tarawih di bulan Januari, kan?  Selalu di bulan Ramadhan. Tapi, pada kenyataan, banyak orang-orang yang menyampingkan pelaksanaan sholat tarawih di bulan suci ini. Alasan mereka, sholat tarawih hanyalah sunnah. Saat seperti ini, aku hanya bisa elus-elus dada. Dadanya Bu Lurah.

Bagi yang rajin melaksanakan sholat tarawih, mungkin pernah mengalami suatu kejadian yang lucu bahkan menggeramkan sehingga menyebabkan sholat kita tidak Khusyu’. Nah, untuk menjadikan sholat kita lebih Khusyu’ maka lahirlah postingan ini. Postingan ini datang sebagai penyempurna sholat kita di bulan yang suci ini. Walau sedikit ngawur, tapi dijamin manjur. Meskin hanya 0,0000000001 %.


Berikut tipsnya:

1.       Berbukalah Secukupnya
Usahakan, tidak berbuka dengan makanan yang terlalu berat. Besi 1 ton, misalkan. Karena perut yang terlalu kenyang, kadang membuat kita tidak enak untuk melakukan kegiatan apapun, termasuk sholat. Karena resikonya adalah “kebelet” yang tidak minta permisi. Lagi Khusyu’ sholat malah mules, sendawa nggak berhenti-henti, dan ngentut yang suaranya lebih keras dari suara bedug masjid. Merusak suasana kekhusukan kita. Jadi, berbukalah dengan makanan ringan terlebih dulu. Selembar kapas, misalkan. Kalau mau berbuka yang berat-berat, setelah tarawih.

2.      Jangan Menggunakan Sandal yang Bagus
Menggunakan sandal yang bagus dapat menimbulkan perasaan was-was saat sholat. Ngaku deh, saat kita pergi ke Masjid dengan menggunakan sandal yang harganya mahal, pasti kita sholatnya nggak tenang, cemas sandal kita hilang. Rasanya pengen cepat-cepat selesai dan turun dari masjid. Karena itu, lebih baik memakai sandal yang biasa-biasa saja, agar ketika sholat nggak terlalu cemas sandal akan hilang. Hati tenang, sholat pun Khusyu’. (Saran: gunakan sandal putus)

3.      Jangan Berangkat Bersama Pacar
Modusnya sih sholat, padahal mau jalan sama pacar. Setelah sampai di masjid, malah nggak betah sholat. Pengen cepat-cepat selesai, karena mau malem mingguan. Resiko lain adalah, bisa jadi saat sholat malah terbayang wajah si doi. Entar kejadiannya jadi gini; yang lain pada ucap amin, eh dia malah senyam-senyum mengkhayal wajah si doi. (Hati-hati, tiba-tiba terbayang wajah malaikat pencabut nyawa).

4.      Jangan Berangkat Bersama Mantan
Modusnya sih sholat, tapi ternyata mau ngajak balikan mantan. Setelah sampai di masjid, malah nggak tenang karena ajakan untuk balikan ditolak. Entar kejadiannya jadi gini; yang lain pada hening berdoa, eh dia malah nangis mengaung-ngaung karena hatinya terluka mengingat kata penolakan dari mantan.

5.      Pilih Shaf Paling Depan (Bukan di depan Imam)
Pilihlah shaf tepat dibelakang Imam. Karena biasanya kalau shaf  belakang itu diisi oleh para anak-anak kecil yang belum sunat, yang kerjaannya menggaduhkan suasana masjid. Belum waktunya amin, mereka udah amin duluan. Belum waktunya adzan, mereka malah adzan duluan. Pokoknya bikin onar, deh. Kadang kalau kita kebagain shaf di samping mereka, malah bikin geram. Pengen ditabok, khawatir dikecam KPAI. Jadinya hanya ngebatin.

6.      Niat.
Inti dari tips-tips diatas adalah kembali pada niat di hati. Entah kalian mau  berangkat ke masjid makek sandal yang bagus, berangkat bersama pacar atau mantan, dan berada di shaf paling belakang, tetapi kalau niatnya sungguh-sungguh untuk Khusyu’ sholat, maka niscayalah semua godaan akan hilang (Kayak yang tahu aja). Nah, seharusnya kalian nggak usah baca tips nomor 1 sampai 5, karena itu semua nggak penting, yang penting tips nomor 6 nih, sob. Tapi karena terlanjur dibaca, bisa apa?


Demikian sedikit tips yang yang bisa aku bagikan buat kalian, semoga nggak kalian terapkan. Kalau pengen dicoba, silakan. Dan buktikan, bahwa hanya ada peluang 0,0000000001 % saja untuk berhasil. 

Jadilah pembaca setia gue, siapa tahu jodoh!

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar