Kamis, 25 Juni 2015

[Kisah Nyata] Hilangnya Kehormatanku

gobloghaydar.blogspot.com
Gambar: vemale.com | Editor: @haydariskandar


*Berikut akan aku kisahkan kisah inspiratif untuk kalian semua*

Pengalaman ini bukan yang pertama kali terjadi dalam hidup aku, tapi berkali-kali. Bisa jadi diantara kalian juga ada yang senasib denganku. Ya, kejadian itu bermula tanpa sengaja. Bahkan tak terpikirkan sebelumnya. Siapa sih yang rela mengorbankan harga dirinya demi apapun? Tidak ada. Tapi malam itu …

Kejadian itu benar-benar aku alami dan aku rasakan. Kehormatanku benar-benar hancur. Seakan aku tidak ingin pulang ke rumah. Aku malu dilihat tetangga, aku malu bertemu dan memberitahukan kejadian itu kepada kedua orang tuaku. Sungguh, aku menyesal tidak menjaga kehormatanku dengan baik. Tapi nasi telah menjadi bubur. Aku harus sanggup dan rela menghadapinya.

Aku ingin marah kepada orang yang telah berbuat keji terhadapku, aku ingin menghajarnya. Mungkin tidak ada hukuman yang setimpal jika dibandingkan dengan hilangnya kehormatanku. Bayangkan, jika yang aku alami juga terjadi pada diri kalian? Pastilah penyesalan akan terus mendera. Jika saja bunuh diri tak berdosa, sudah aku lakukan malam itu juga.

Tak sepenuhnya aku menyalahkan diri, sebab aku tak bermaksud untuk menghilangkan kehormatanku. Orang itulah yang dengan paksa merenggut kehormatanku, dan membuatku seolah hina. Aku mencoba mengambil hikmah akan kejadian ini, mungkin ini adalah peringatan dari Tuhan, atau justru ini adalah azab ilahi? Entah, aku tidak bisa berpikir jernih. Yang ada dalam pikiran, aku ingin pulang tanpa terlihat oleh tetangga. Sungguh, aku tak sanggup.

Saat aku sedang meratapi penyesalanku, seorang bapak tua bersurban menghampiriku.

“Eh, Skan, ngapain daritadi bengong disini? Ente nggak ikut tadarusan?”

“Anu, Pak Ustad, saya lagi nyari sandal saya hilang. Mau pulang, tapi malu sama tetangga. Masak iya, pulang dari masjid malah nyeker. Malu dong Pak Ustad.”

“Astaghfirulllah, saya kira ente ngapain bengong disini, seperti lagi menyesali sesuatu yang berat. Eh, tahunya cuma sandal jepit yang ilang. Ada-ada saja, yang baca udah pada tegang tuh!”

****

Pesan dari kisah ini: Jagalah kehormatanmu, sekecil apapun itu. Sekalipun itu yang hilang adalah sandal jepit. Ibaratkanlah kehormatanmu itu adalah sepasang sandal jepit. Sebelah kanan adalah kehormatan batinmu, dan sebelah kiri adalah kehormatan lahirmu. Maka, jika salah satu dari sebelah itu hilang, maka percuma saja nggak bisa dipakek. Maka, jagalah keduanya J

Ingat, kalo pergi ke masjid jangan makek sandal jepit yang terlalu bagus, biar nggak ilang kayak aku. Malunya tuh disini kalo pulang ke rumah tanpa alas kaki alias nyeker.



Sekian kisah nyata ini, semoga ada hikmah dibalik keGOBLOGkan kisah ini.

Jadilah pembaca setia gue, siapa tahu jodoh!

Reaksi:

8 komentar:

  1. Ku terbawa suasana. Ku deg deg an membacanya. Ternyata.....yaudahlah:')

    BalasHapus
  2. Mmmm.. menarik juga.. mantapp hahaha..ngarang sendiri bro..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih, bro. Cerita ini benar kisah nyata, walau sedikiti Goblog! :D

      Hapus
  3. wah kampret!! ane serius awal bacanya -_- wkwk mampir balik ya!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan terlalu diseriusin, entar jadi sakit. HAHAHA!

      Hapus
  4. Awalnya serius, belakangnya jengkelin..

    tapi perumpamaannya bagus

    BalasHapus