Senin, 15 Juni 2015

Hal-Hal yang Terjadi Saat Wisuda


Adalah rasa bangga tak terluapkan saat masa studi kita telah berakhir, yang biasanya ditandai dengan sebuah prosesi Wisuda. Mulai dari jenjang pendidikan Taman Kanak-Kanak, sampai Perguruan Tinggi tidak lepas dengan prosesi lumrah ini. Masih ingat, hal berkesan apa saja yang kamu alami saat mengikuti prosesi wisuda di sekolahmu?

Kemarin oleh orang tuaku, aku diminta hadir ke acara wisuda adikku yang baru saja lulus dari bangku SMP. So, karena emang nggak ada jadwal kuliah dan jadwal malak di pasar, akhirnya aku datang ke acara wisuda adikku tersebut. Kebetulan, SMP adikku sama dengan SMP ku dulu. Saat baru sampai di sekolah adikku, aku bertemu dengan beberapa guru saat mengajarku dulu. Dari beberapa guru yang aku sapa, respon mereka hampir sama. “Siapa, ya?”

Aku duduk bersamaan dengan para undangan yang lain. Ada bapak-bapak, ibu-ibu, dan bapak-bapak ke-ibuan. Nggak usah dibayangin gimana bentuknya bapak ke ibuan yang aku maksud. Diantara sekian banyaknya undangan, satu hal yang mencuri perhatianku, adalah ibu-ibu yang duduk tiga baris di depanku. Ibu-ibu itu membawa ketiga anaknya yang aku taksir usianya 7 tahun, 6 tahun, dan 2 tahun (karena masih digendong). Sebenarnya ibu ini mau pergi ke acara wisuda, atau malah mau pergi ke reuni keluarga? Untung bapaknya nggak dibawa.

Acara dimulai setelah sepasang MC yang merupakan pelajar SMP menaiki panggung. Dan kalau kalian ingat, banyak sekali peristiwa-peristiwa yang entah itu mengundang tawa, haru, dan bahagia saat prosesi wisuda. Iya, nggak? Masih ingatkah peristiwa apa yang membuatmu tertawa? membuatmu haru? dan membuatmu bahagia? Kali ini aku akan mengingatkannya kembali.

Saat wisuda ada prosesi pemindahan tali toga di kepala dari kiri ke kanan oleh rektor. Tetapi karena kemarin aku hadir ke acara wisuda SMP, proses tersebut digantikan dengan mengkalungkan semacam medali ke setiap wisudawan oleh kepala sekolah. Dan disinilah hal lucu yang sering terjadi. Entah karena terburu atau rasa canggung, ada wisudawan yang berjalan cepat dan saat kepala sekolah telah siap mengkalungkan medali, si wisudawan malah nggak berhenti. Barulah saat sampai di ujung panggung, dia tersadar dan akhirnya kembali ke hadapan kepala sekolah. Tak ayal, kejadian ini mengundang tawa semua wisudawan lain.

Ada juga wisudawan yang kelupaan tidak berjabat tangan dengan kepala sekolah, padahal kepala sekolahnya sudah mengulurkan tangan. Ini antara emang sengaja kelupaan, atau sengaja ngerjain kepala sekolahnya? Sengaja mempermalukan kepala sekolahnya? Ada juga yang kelupaan dengan namanya sendiri, saat namanya dipanggil untuk naik ke atas panggung dia malah tetep bengong di tempat duduknya.

Ada juga hal lucu, tetapi tidak pantas untuk ditertawakan. Tahu nggak apa itu? Ya, saat salah satu wisudawan tergelincir hingga ia terjatuh, dan yang sering mengalami hal ini adalah wisudawati yang disebabkan sepatu bakiaknya ketinggian. Bagi yang menyaksikan, pasti akan spontan tertawa terbahak, bahkan kepala sekolahnya pun ikut tertawa, tertawa diatas penderitaan muridnya sendiri. Tetapi bagi yang mengalami, pasti malunya setengah mati. Pesanku, kalau nggak terbiasa pakek bakiak tinggi, mending pakek sandal jepit aja. Pasti pas, eh maksudnya pasti aman!

Sumber: https://img.okezone.com

Kalau tadi adalah kejadian lucu, kejadian berikutnya adalah kejadian yang membuat haru. Adalah hal yang pasti terjadi saat prosesi wisuda. Yang membuat prosesi wisuda selalu menjadi haru adalah perpisahan. Wisuda = perpisahan. Begitu, kan? Mungkin kalian akan merasakan hal yang sama. Kadang, penampilan paduan suara yang menyanyikan lagu-lagu mellow dan berbau perpisahan membuat suasana semakin haru. Kalau di SMP atau di SMA dulu, lagu yang selalu dinyanyikan adalah Terimakasih guru, Hymne guru, dan lain-lain. Ada yang masih ingat dengan liriknya? Kemarin waktu aku datang ke acara wisuda adikku pun gitu, serasa ikut terbawa haru.

Mungkin, hal menyedihkan lain saat wisuda adalah pertanda akan dimulainya LDR-an bagi yang memiliki pacar. Saat itulah si cowok atau si cewek saling berjanji. Berjanji untuk tidak saling menjauh dan meninggalkan. Berjanji setia meski jarak memisahkan. Gitu?

Kejadian berikutnya adalah kejadian yang membahagiakan. Semua orang pasti akan bahagia ketika dirinya telah diwisuda. Apalagi diwisuda dengan mendapatkan nilai terbaik, dan dipanggil ke atas panggung, lalu disaksikan oleh banyak pasang mata. Apalagi diantara para undangan yang hadir juga ada kedua orang tua kita. Wah, rasanya lebih bahagia daripada mendapatkan pacar. Betul, nggak?

Begitulah berbagai rasa yang umum dirasakan saat acara wisuda. Ada rasa tawa, haru, dan bahagia. Apapun rasanya, semoga minumnya tetap….air zamzam. Serius: Apapun rasanya, semoga kalian dapat menikmati arti wisuda yang sesungguhnya, dan mempertanggung jawabkan ilmu yang telah dimiliki. *Cielah*


Dan, kejadian apa saja yang pernah kamu alami saat acara wisuda?

Jadilah pembaca setia gue, siapa tahu jodoh!

Reaksi:

10 komentar:

  1. semoga tahun depan saya di wisuda :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Semoga diwisuda dengan nilai terbaik:)

      Hapus
  2. Terharu bacanya :") hahahaha
    http://jevonlevin.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan sampai deh nangis. Nggak punya tisu.

      Hapus
  3. iya paling sering wisudawati jatoh garagara sendalnya atau higheels nya ketinggian biasa pakai sepatu sekolah biasa jadinya gitu :D hahahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haruskan pas wisuda juga pakai sepatu sekolah aja, warna hitam biar nggak masuk BK :D

      Hapus
  4. Gue belum kek lulus SMA. Iyekali, gue mikirin wisuda. Kan, gak lucu.

    BalasHapus