Jumat, 29 Agustus 2014

Ini OSPEK bukan Tespek

Tahu ospek ? Dan tahu tespek ? Kalo ospek adalah masa pengenalan tentang lingkungan kampus, yang biasanya dilakukan diawal masuk kuliah. Kalo tespek adalah alat tes kehamilan. Nah, kenapa judulnya itu yang jelas gak ada kaitannya ? Ya gakpapa, terserah aku yang punya blog.

gobloghaydar.blogspot.com


Ada yang baru masuk kuliah ? Pasti akan ada ospek. Ya kalo jaman kita SMP dan SMA dulu biasa disebut dengan MOS (Masa Orientasi Siswa).  Kalian tahu apa beda dari keduanya itu ?  Bedanya adalah kalo MOS itu dilaksanain pas SMP ato SMA, dan kalo Ospek itu pas kuliah. *semua orang udah tau bego*

Tapi pertanyaannya adalah kenapa setiap mahasiswa baru (maba) takut dengan kegiatan ospek ini ? Alasannya sih takut dimarah-marahi, diperintah yang aneh-aneh, diberi tugas berat, dan lain-lain. Padahal sebenernya, ospek itu bagus, tujuannya adalah untuk memberi pembekalan pada kalian sebelum mulai proses belajar. Udah itu aja sih tujuannya. Kenapa takut ?

Kaloupun nanti ada bentakan dari kakak senior, itu udah biasa. Dan percayalah kalo itu hanya untuk membangun karakter serta mentalmu agar lebih bagus. Seriusan. Jadi gak usahlah mikir aneh-aneh tentang ospek. Buat santai aja, gak perlu dipermasalahkan, selama masih dalam konteks normal. Toh gak akan selamanya kamu di ospek terus.

Tapi wajarlah kalo ketakutan itu menghampiri bagi setiap mahasiswa baru yang akan mengikuti Ospek.  Karena kebanyakan orang-orang memanfaatkan ospek ini sebagai ajang balas dendam, ajang kekerasan, serta pelecehan. Harusnya kita kembalikan pada tujuan Ospek itu sendiri. Ospek adalah untuk mendidik, bukan untuk menjerumuskan. Bahkan kita pernah denger kabar peserta ospek tewas akibat perbuatan dari kakak seniornya.

Jadi, ayolah kita ganti budaya ospek yang berbau kekerasan yang gak ada manfaatnya itu ke hal-hal yang lebih positif (Bukan positif hamil ya). Negara kita Negara pendidikan, bukan Negara anarki. Mahasiswa bukan dilahirkan untuk menjadi seorang pendemo, tapi pemberi aspirasi dengan bijak dan bermartabat. *Haess*

Dan baru-baru ini aku juga ngalami pra-ospek selama empat hari. Kebetulan tempat kuliahku di Surabaya. Dan semua kakak seniornya menggunakan bahasa Jawa, sedangkan aku gak ngerti dengan bahasa Jawa. Walaupun ngerti cuma sedikit, dan kalo diucapkan pasti orang jawanya sekalipun gak akan tahu apa asrtinya.

Nah, selama ospek kakak seniornya selalu ngomong bahasa Jawa. Bahkan ketika marah-marah sekalipun pakek bahasa Jawa. Dampaknya adalah bikin aku bingung untuk mengartikan. Jadi ketika yg lain ketakutan karena dimarahi, aku malah tenang-tenang aja karena gak tahu artinya. Untungkan jadi aku ? Hahaha.

Yang ada hanya suara rame ditelinga, blas gak tau artinya. Jadi kalo diibaratkan adalah ketika kita berada di kerumuman lebah yang sangat banyak, suaranya pasti bisingkan ? Dan gak tahu artinya apa, nah sama kayak gitu. Lain kali aku mau beli kamus bahasa Jawa.

gobloghaydar.blogspot.com

Untungnya selama pemberian materi, narasumbernya gak pakek bahasa Jawa. Seandainya menggunakan bahasa Jawa, pasti aku juga gak akan ngerti dan percuma aku ikut ospek, gak ada hasilnya. Makasih ya pemateri, I Love You ;;) *Apasih gak nyambung*


Tapi ospek yang aku jalankan ini menyenangkan, seriusan menyenangkan. Dan kesan-kesan yang paling berharga adalah ketika kita mengikuti ospek. Kebersamaan akan terasa, solidaritaslah yang diutamakan, jarang-jarang kita mendapatkannya selain selama ospek ini. Bahkan terkadang selama ospeklah yang membuat kita cinlok, cinta lokasi. Serius. Ada gak yang cinlok selama ospek ? Aku sih juga gitu, tapi yang dicinta kok kumisan ya ? :/ 

Jadilah pembaca setia gue, siapa tahu jodoh!

Reaksi:

6 komentar:

  1. itu masih level universitas. belum fakultas, jurusan, dan himpunan. apalagi kalau teknik. boom.. wkwk tp tergantung juga sih, kampusmu nerapin sistem ospek bertahap kayak gitu atau tidak. kalau 'tidak' ya bersyukurlah :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku Teknik Mesin, dan ospeknya juga bertingkat.

      Hapus
  2. iya, sebenarnya ospek itu kan masa pengenalan buat maba. tapi masih aja banyak kampus yg kurang sesuai. ospek malah di bikin ajang balas dendam atau ajang bisnis. seharusnya ospek di buat acara yg lebih mendidik. ya gak?. temenku ada yg ikut ospek habis 500 rb. waw, kalah-kalah ya harga kosan. demi ospek. hehe

    oiya, mas yg kumisan itu mungkin pake kumis palsu aja. so, gak masalah lah. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha, bisaj jadi emang bisa dicopot tuh kumis :D

      Hapus
  3. Yang saya tau, ospek itu, orientasi pengenalan kampus. Jadi, mahasiswa yang udah lulus itu diospek, artinya dikenalin dengan kampusnya (bukan disuruh jabat tangan sama dinding kampus, ya).
    Cuma, makin ke sini, banyak senior2 yang menyalahgunakan arti ospek. pengenalan malah dijadikan ajang balas dendam, pukul-pukulan, nyiksa dah pokoknya!
    Tujuan utama ospek sebenarnya malah terabaikan dan tak terlaksana sama sekali. kalaupun dikenalkan soal kampus, cuma jadi sekadar kedok2 gitu.
    Coba aja kamu cari di Kaskus dengan keyword "Bedanya Ospek Dalam Negeri dengan Luar Negeri" lalu lihat sendiri bedanya.
    Oke, ini bukan ceramah.

    BalasHapus
  4. Ahahaha, setauku, MOS itu hampir sama kek OSPEK :D
    bedanya, OSPEK tuh di tingkat medium *kek game aja dee* :D
    oiya kak yang kumisan ituu mungkin kayak teh Iis Dahlia, apa emang Iis Dahlia :D

    BalasHapus