Selasa, 04 Maret 2014

Aku Punya Cerita di UAS


Ini udah masuk di bulan Maret, dan ini adalah waktu paling padat dipenuhi dengan ujian dan ujian. Mulai dari ujian semester, ujian sekolah, ujian praktik, bahkan sampek uji nyali sekalipun. Tapi, anehnya kenapa temen-temen disekolahku malah gak merasa terbebani dengan banyaknya ujian yang akan dihadapi, mereka malah sangat senang sekali. Alasannya adalah, mereka bisa pulang lebih cepat, gak ada pelajaran, dan pas ujian juga mereka gak perlu belajar karena bisa nanyak ke temannya yang pintar. Saya sebagai pelajar yang sangat rajin, juga  merasa senang dengan keadaan ini, alasannya pun sama dengan mereka.


Sekolahku udah canggih. Penilaiinya gak dilakukan secara manual, tapi menggunakan komputerisasi. Tapi justru ini yang sering menimbulkan fitnah, dan yang menjadi korban adalah sistem komputernya tersebut. Contoh kasusnya nih, kalau seaindainya hasil ujian kita jelek, yang disalahin pertama kali adalah sistem komputerisasinya itu, dibilang scannernya gak bener lah, error lah, dan masih banyak tuduhan yang lain. Bukankah komputer juga punya salah dan dosa ? ampuni saja kesalahannya. Kenapa gak nyalahin pada diri sendiri ? 

Banyak yang memplesetkan bahwa UAS itu adalah Ujian Anti Soal. Jadi, temen-temen itu menulis jawaban di LJK tanpa melihat soal, entah ajaib atau sulap, aku gak ngerti. Itulah kehebatannya siswa sekarang. Dan dari saking hebatya, yang harusnya di arsir 40 di LJK, malah kelewat ngarsir 45 jawaban, ini dari mana asal lebihnya 5 soal ?


Dan yang paling ditunggu-tunggu disaat akan mulai mengerjakan soal itu adalah pengawas ruangannya. Gak munafik nih, kita selalu berharap pengawas yang bisa di ajak komproni. Ini diskriminasi bukan, lalu bagaimana dengan guru yang killer ? apakah gak usah di beri tugas untuk menjaga ruangan ? Dan pengawas ujian itu ada yang aneh-aneh tinghkahnya. Ada yang sambil nyanyi-nyanyi, itu membuat kita gak konsen untuk mengerjakannya. Ada yang mondar-mandir kayak setrikaan gitu, ini kan sama aja gak menghargai kita yang telah menyiapkan kursi untuk di duduki ? Dan ada juga yang tidur dalam kelas, ini kan sama aja artinya dengan memberi kesempatan kita untuk menyontek ?


Dan yang menentukan kesuksesan kita dalam ujian adalah, teman sebelah kita. Iya dong. Karena jawaban yang kita dapat berasal dari dia :D (buat yang merasa seperti aku). Tapi apapun usaha kita, apapun cara yang udah kita kerjakan, yang penting minumnya jangan lupa, teh botol kecap.

Jadilah pembaca setia gue, siapa tahu jodoh!

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar