Senin, 07 Januari 2019

5 Tips Menghadapi UAS

Cemas, takut, deg-degan, adalah beberapa emosi yang dirasakan oleh kebanyakan Siswa atau Mahasiswa saat menghadapi UAS. Padahal seharusnya mereka merasa senang dong dalam menyambut UAS, itu artinya libur panjang pun akan segera dimulai. Nah, berikut adalah beberapa #TipsNgawurManjur saat menghadapi UAS:

Haydar Iskandar Ujian Tips


1.      Nutrisi untuk Otak
Nutrisi bagi otak sangat penting guna membantu otak untuk tidak berpikir mesum, eh maksudnya agar otak mampu mengingat mantan, eh salah lagi. Maksudnya agar otak mampu bekerja secara optimal dalam mengingat materi yang akan diujikan. Caranya adalah dengan memperbanyak makanan yang bernutrisi saat menjelang UAS, saat H-1 UAS misalkan. Makanan yang bernutrisi tinggi adalah makanan yang GRATIS, selain bernutrisi bagi otak, juga sangat bernutrisi bagi kantong. Cara mendapatkan makanan bernutrisi ini adalah saat H-1 UAS perbanyaklah bersilaturahmi ke rumah tetangga di saat jam makan pagi, siang dan malam. Datanglah dengan muka memelas dan sesekali elus-elus perut sebagai tanda sedang lapar. Insyaallah, nutrisi kamu tercukupi.

2.     Siapkan Bahan Ujian
Pastikan semua bahan yang berhubungan dengan UAS besok sudah disiapkan di dalam tas. Bahan ujian ini akan sangat menentukan keberhasilan UAS kamu. Ibaratkan akan pergi perang, maka tidak cukup hanya pergi memasang badan saja tanpa membawa senjata. Beberapa bahan ujian yang perlu kamu bawa adalah obeng, celurit dan cangkul. Obeng sangat membantu kamu ketika pintu kelas yang akan dipakai ujian masih terkunci dan bapak pemegang kunci kelas tersebut belum datang, maka kamu bisa membukanya dengan menggunakan obeng. Kemudian celurit sangat membantu kamu dalam memberikan ancaman kepada teman di sebelah kamu yang mendadak mejadi tuli dan tidak mau membantu kamu memberikan jawaban. Sedangkan cangkul dapat kamu gunakan untuk menggali tanah dan mengubur hidup-hidup teman kamu yang ngakunya tidak bisa menjawab soal UAS tapi ternyata ngumpulin pertama.

3.     Pasang Timer
Belajar saat menjelang UAS merupakan hal yang sangat penting. Tetapi waktu belajar yang berlebihan pun tidak baik karena akan berdampak pada kelelahan otak. Maka sebelum mulai belajar, atur alarm HPmu untuk berbunyi setiap 45 menit. Setelah belajar selama 45 menit, maka berhentilah dan istirahat barang sejenak. Jangan sesekali menggunakan waktu istirahat ini untuk membuka akun sosial media mantan kamu, jangan! Indikasi terbesar adalah membuat kamu gagal move on dan gagal menghadapi ujian hidup. Coba rebahkan badan. Pergi ke tetangga untuk mencari makanan bernutrisi. Pergi mainan eskalator di Mall. Pergi ke daerah bencana untuk menjadi relawan. Dan setelah istirahat maka lanjutkan belajar kamu dengan lebih giat, karena ternyata kamu pergi istirahat terlalu jauh sedangan UAS sudah berlalu satu bulan.

4.     Atur Strategi
Dalam melakukan suatu pekerjaan apapun, maka dibutuhkan strategi yang matang untuk hasil yang optimal. Termasuk saat menghadapi UAS pun sangat perlu untuk menyusun strategi. Salah satu strategi ini adalah datanglah lebih pagi dan tentukan posisi duduk. Karena posisi menentukan prestasi. Datanglah pagi-pagi buta, jam 4 pagi misalkan. Apabila pintu kelas masih terkunci, jangan lupa untuk mengeluarkan obeng yang sudah disiapkan untuk membukanya. Pilihlah tempat duduk yang strategis, hindari memilih tempat duduk di tempat dosen/ guru. Hindari juga duduk di bangku pelaminan nikahan mantan, jangan! Karena yang sedang kamu hadapi adalah Ujian Akhir Semester bukan ujian hidup. Setelah memilih tempat duduk, pastikan bahwa kamu menghadap ke arah yang benar. Hindari menghadap ke calon mertua kalau belum siap.

5.     Buat Catatan Penting
Selama belajar, kamu pasti menemukan materi yang penting dan mungkin susah untuk diingat. Maka sangat dianjurkan untuk membuat catatan tentang hal ini. Apabila materi yang penting dan susah diingat tersebut mencakup satu buku, catat saja semuanya. Akan tetapi tidak perlu berlebihan dalam membuat catatan ini. Seperti tanggal jadian, tanggal kencan pertama, tanggal putus, nomor ukuran sepatu, nomor Kartu Keluarga, password WiFi, tidak perlu kamu masukkan di catatan ini. Dan apabila dengan membuat catatan ini tidak cukup membantumu dalam mengerjakan soal, maka jangan malu untuk bertanya pada guru atau dosen. Karena kata pepatah; “Malu bertanya sesat di jalan.”  Maka tanyakan saja soal mana yang tidak kamu pahami, daripada kamu sesat di jalan dan gak bisa pulang, hayo? Dan lebih berbahaya lagi kalau kamu tersesat di-jalani aja dulu, kalau udah pas baru jadian.

So gaes, ready for your last exam?
Inilah 5 #TipsNgawurManjur untuk menghadapi UAS kamu. Bagi kamu yang merasa bahwa 5 tips di atas sangat bermanfaat, silakan bagikan informasi ini ke guru atau dosen, ke tetangga, ke bapak pemegang kunci, ke mantan dan juga ke calon mertua. Tetapi apabila 5 tips di atas sama sekali tidak membantumu, maka tinggalkan komentar dengan cara yang seharusnya dilakukan saat menghadapi UAS.

Good luck, gaes!



Selasa, 01 Januari 2019

Selamat Tahun Baru; Perihal Rencana, Cinta dan Kebersamaan

Tahun Baru 2019 Kebersamaan Sahabat Cinta

Kami yang melabelkan diri sebagai #TimKalengKaleng sudah menyusun rencana untuk menghabiskan malam tahun baru 2018, sekaligus menyambut tahun 2019. Rencana ini bisa dibilang sangat mendadak, kami hanya akan berkumpul di salah satu rumah teman kami. Sekadar bercerita, main UNO, makan-makan. Atau apa saja. Asal kumpul.

Aku menatap jam di ponselku, tepat pukul 18.22 WIB aku berangkat menuju tempat kumpul yang sudah disepakati. Rumah Mbak Ika. Aneh, kenapa Surabaya terlihat sepi? Pada kemana orang-orang menghabiskan malam tahun baru? Memilih berdiam diri di rumah karena tahu bahwa cuaca sedang mendung dan khawatir turun hujan? Atau sengaja menghangatkan obrolan bersama keluarga sambil menonton acara tv di rumah masing-masing? Entah. Memang lebih baik kalau kota ini terlihat sepi, tidak perlu ada yang saling memainkan klakson kendaraan karena tidak sabar menjamur di tengah macetnya jalan. Aku terus melaju dengan kecepatan sedang.

***
Setelah semua pasukan berkumpul di rumah Mbak Ika, kami mulai menyiapkan makan malam. Sebelumnya, kami sudah pergi belanja ke pasar membeli kepiting, udang dan ikan lain untuk disantap di malam hari. Bahkan, diantara kami pula yang menjadi juru masak. Dan kayaknya kalian wajib deh merasakan masakan dari tangan leluhur teman kami ini. Asli sih masakannya enak banget!

Haydar Iskandar Tahun Baru 2019 Sahabat Cinta Kebersamaan Makan Makan

Setelah makan malam selesai, kami mulai bingung mau ngapain lagi. Belum pukul 21.00 tapi teman kami ada yang mulai merasa ngantuk. Akhirnya kami memutuskan untuk bermain game kartu UNO. Tantangan bagi yang kalah adalah jongkok sampai dia menjadi pemenang pertama. Selama dia belum menjadi orang pertama yang menang di putaran game selanjutnya, maka dia belum boleh duduk.

“Sepakat!” Kami bersorak kompak menanggapi tantangan game kali ini.

Di putaran pertama, kedua, ketiga dan selanjutnya beberapa diantara kami secara bergantian harus melakukan hukuman karena kalah. Termasuk aku. Bahkan ada salah satu teman kami yang dari putaran pertama belum merasakan menang (Antara kasihan dan senang melihat teman menderita). Dan ada juga teman kami yang berlagak sombong karena dari awal belum terkalahkan (Sebenernya karena beruntung aja sih, bukan karena jago main).

Sembari asik dan fokus bermain UNO, kami juga bercerita banyak hal lucu sampai menciptakan gelak tawa pecah diantara kami. Di samping rumah Mbak Ika juga ada acara kumpul bareng warga sambil karaokean. Nah, salah satu topik gibah kami adalah tentang bapak-ibu yang secara bergantian berkaraoke. Secara mendadak kami seakan menjadi juri dari sebuah kompetisi pencarian bakat. Mulai dari mengkomentari suaranya yang kurang baguslah, hingga pemilihan lagu yang kurang terkenal. Ah, pokoknya kita seakan jadi juri hebat. Padahal kalau disuruh nyanyi pun belum tentu bisa. Namanya juga #TimKalengKaleng.  

Malam semakin larut. Satu sama lain diantara kami pun rutin melihat jam. Memastikan tahun baru tinggal berapa menit lagi. Obrolan pun semakin hangat. Bahkan ada yang nyeletuk tentang resolusi di tahun 2019. Berbagai rencana mulai muncul. Bahkan ada yang berencana menikah di tahun 2019 nanti (mari kita doakan semoga disegerakan, ya). Doa terbesar di 2019 nanti adalah kebersamaan yang selalu utuh. Saling menguatkan. Saling mengingatkan. Saling memberi makna. Saling menemani hingga satu persatu mimpi terlampaui. Selalu menjadi #TimKalengKaleng yang solid! Adakah hal yang lebih indah dari sebuah kebersamaan yang utuh?

Kebersamaan Tahun Baru 2019

Satu persatu petasan mulai berhamburan di langit Surabaya. Dari segala penjuru kota. Terdengar nyaring sekali. Kami bergegas mengambil ponsel dan mebuka fitur perekam video. Kami berdiri berjejer di atas balkon rumah. Mengarahkan ponsel ke arah datangnya petasan yang berhamburan di langit. Sesekali kami melirik ke arah jam tangan. Ada perasaan sedih, senang dan haru. Entah, kenapa aku pun mulai merasakan seperti itu. Barangkali aku sedih karena harus berpisah dengan tahun yang benar-benar mengajarkan banyak makna hidup bagiku. Barangkali aku senang karena Tuhan memberiku umur panjang dan kesempatan untuk memperbaiki diri dan mengejar segala cita-cita di tahun 2019 ini. Barangkali aku merasa haru karena kebersamaan malam ini, kebersamaan yang belum pernah aku rasakan, kebersamaan yang diselimuti oleh cinta, kebersamaan untuk waktu yang panjang. Semoga.

“Selamat tahun baru! Yeeeee.” Teriak salah satu diantara kami yang menyadari bahwa jam sudah menunjukkan tepat pukul 00.00 WIB.

(Ah, ini benar-benar bahagia! Ini benar-benar mengharukan. Ah!). Berulang kali aku membatin dengan kalimat-kalimat yang sama.

Kami pun semakin larut dengan suara petasan yang seolah saling bersautan dari segala penjuru kota. Kami sama-sama terdiam barang sejenak. Entah apa yang sedang mereka pikirkan. Doa pengharapan di tahun 2019, mungkin. Aku pun terdiam dengan doa yang sedang kupanjatkan. Tiba-tiba, ada salah satu teman perempuan kami yang terlihat cemas sambil memainkan ponselnya. Setelah kami tanya, ternyata suasana hatinya tak semeriah dan tak seindah petasan yang sedang berhamburan di langit. Bahkan mungkin dia sedang tak bergembira seperti yang kami rasakan. Kami berusaha menguatkan, berusaha memberikan lelucon receh agar hatinya menjadi riang kembali. Kami hanya tidak ingin, ada salah satu bagian dari kami yang merasa sedih disaat yang lain sedang berbahagia.

“Kamu kenapa?”  Tanya kami pada dia.

Dia hanya menjawab santai dengan senyum dan tawa tipis. “Hehehe, aku nggak papa kok.”

Ah dasar perempuan, selalu pandai menutupi kesedihannya walau sebenarnya ia sedang tidak berdamai dengan perasaannya sendiri. Kami terus berusaha menghibur dan menguatkan dia. Perihal hati, memang susah untuk didamaikan ketika sedang lara. Kita bisa saja berteori, tapi masalah hati bukan lagi soal teori.

Suara petasan mulai melemah. Hanya beberapa saja yang masih berhamburan ke langit dan terlihat samar. Aku melirik jam tangan. Sudah pukul 1 pagi ternyata. Aku bergegas untuk pamit lebih dulu. Saling berjabat tangan mengakhiri kebersamaan malam itu.
  
Tahun Baru 2019 Terima kasih cinta kebersamaan sahabat

Terima kasih tahun 2018. Terima kasih pertemuan, kebersamaan, pelukan, tawa, hingga kehilangan yang pernah terjadi. Terima kasih kalian! Malam itu aku sudah berdoa kepada Tuhan;

“Tuhan, peliharalah rasa cinta di hati ini untuk dia. Dan berilah petunjuk kepada saya. Sebab hanya Engkau yang tahu ada apa di masa depan, Tuhan. Sungguh, saya begitu mencintai dia. Sungguh, rasa ini tumbuh seperti sel kanker yang tak bisa saya kendalikan. Tuhanku, mohon ajari saya cara untuk mencintai dia dengan segala cinta. Menyayangi dia dengan segala sayang. Mengasihi dia dengan segala kasih. Dan membahagiakan dia dengan seutuhnya.”

Teruntuk kamu yang kini sedang dalam pelukan. Teruntuk kamu yang tak perlu kusebutkan namanya, akan kusempurnakan jari manismu dengan sebuah lingkaran kecil. Akan aku bayar cintaku dengan mahar berupa surat Ar Rahman. Selanjutnya akan kutitipkan sebuah anak cinta yang kecil, lucu dan imut pada dinding rahimmu.

Bismillah 2019; Perihal Rencana, Cinta dan Kebersamaan.

Surabaya, 1 Januari 2019



Senin, 31 Desember 2018

Terima kasih, 2018 — Pamit.



Dalam tahun ini, saya menjalani berbagai kesibukan, menemukan banyak makna kehidupan, menemukan banyak saudara bahkan orang-orang yang berhasil menginspirasi saya, mengalami kehilangan—pertemuan, dan tentu menghadapi banyak tantangan.

Dasar waktu, selalu berjalan begitu cepat dan tanpa kita sadari. Hari ini, benar-benar akhir di 2018. Dan yang menjadi kenyataan adalah ada banyak hal yang harus saya persiapkan untuk diakhiri—ya, persiapan mengakhiri.

Salah satu hal yang paling saya suka di sepanjang tahun ini adalah mengenal (mereka) dan tertawa lepas bersama (mereka). Dan, saya selalu menemukan kekuatan baru saat bersama (mereka).

Sejujurnya, saat ini saya berada pada fase mencintai sepenuhnya pada (mereka). Tetapi, hidup harus berlanjut dengan pilihan-pilihan baru. Demi hidup yang lebih bahagia dan bermakna.

Terima kasih 2018!
Terima kasih
pertemuan,
kebersamaan,
pelukan,
tawa,
—hingga kehilangan
yang pernah terjadi.


Surabaya, 31 Desember 2018




Sabtu, 27 Mei 2017

Benda yang Harus Ada Saat Bulan Ramadhan

Bulan Puasa Ramadhan Tips puasa buka puasa sahur


Halu halu... Apa kabar nih dulurs? (Dulur: saudara). Semoga masih diberi senyum terindah di hari ini, ya!

Wah, nggak kerasa, bulan Ramadhan udah kembali menghamipiri kita. Gimana lur, puasa nggak di hari pertama ini? Tenang aja, aku nggak bakal nanyain bulan Ramadhan ini masih sendiri atau udah taken, tenang aja. Aku bisa menghormati perasaan kalian kok, I know lah.

Pastinya, kita semua sesama umat Islam menyambut bulan Ramadhan ini dengan penuh hati gembira. Banyak hal yang membuat seseorang pantas untuk membanggakan dan mengagungkan bulan yang satu ini. Salah satunya adalah karena di bulan Ramadhan ini Allah memberikan banyak kemuliaan kepada hamba-Nya yang melakukan suatu kebaikan, bahkan tidur pun mendapat pahala.

Selain itu, di bulan Ramadhan adalah ladang kesempatan berhemat bagi anak kos. Gimana nggak hemat cobak, setiap buka puasa cari takjil dan buka gratis, sedangkan sahurnya cukup nelen obat maag sebiji. Dan kalau itu dilakukan selama satu bulan, udah berapa rupiah tuh yang ditabung? Mau nyobak? Silakan, resiko ditanggung penumpang.

Dan yang nggak ketinggalan juga, dalam rangka menyambut bulan Ramadhan ini biasanya orang-orang akan mempersiapkan kebutuhan yang harus ada selama satu bulan. Dan berikut adalah 8 Benda yang Harus Ada Saat Bulan Ramadhan:

1.   Peralatan Ibadah
Bulan Puasa Ramadhan Tips puasa buka puasa sahur

Yang ini wajib punya! Jangan sampai giliran mau pergi tarawih kita masih bingung nyari sarung atau sajadah. Dan hindari minjem sajadah ke mantan, jangan! Bisa berbahaya. Dan pastinya, dalam kehidupan sehari-hari kita udah punya peralatan ibadah ini. Nggak harus beli baru, cukup pakai yang sudah ada selama masih layak pakai. Minimal yang harus ada adalah sarung, baju koko, sajadah, peci dan mukenah bagi perempuan.

2.   Sandal Jepit
Bulan Puasa Ramadhan Tips puasa buka puasa sahur

Pasti kalian bertanya-tanya; “Kok sandal jepit?”
Yang satu ini juga penting, pastikan kamu punya persedian sandal jepit lebih dari sepasang, beli aja yang murah tapi nggak murahan. Dan menggunakan sandal jepit saat pergi tarawih adalah pilihan terbaik. Hindari untuk makek sandal dengan harga mahal. Rawan kehilangan, lur! Serius, tahun lalu aja aku pernah jadi korbannya. Dan giliran aku ngelapor ke Pak Polisi soal kasusku ini, malah sama bapak Polisinya dikasih dua lembar uang lima ribuan.

3.   Rice Cooker


Bagi kebanyakan anak kos, benda ini menjadi penolong disaat merasa malas untuk membeli makan saat sahur. Selain itu, memasak sendiri akan menjadi salah satu cara untuk menghemat. Tips hemat lainnya adalah, cukup masak nasi dan air panas satu gelas. Selanjutnya masukkan satu sachet mas*ko ke dalam gelas yang berisi air panas tadi, aduk sampai rata dan jadikan sebagai kuah. Taraaa....menu nasi kuah kaldu sapi siap disantap.

4.   Kaca Mata Hitam
Bulan Puasa Ramadhan Tips puasa buka puasa sahur

Bagi kamu yang baru aja diputusin, kaca mata hitam ini menjadi barang wajib yang harus kamu miliki selama bulan Ramadhan ini. Ada yang bisa jawab untuk apa? Yaps, biar mata kamu enggak iritasi berat ketika melihat mantan kamu pergi ngabuburit sama pacar barunya. Nah, loh.... Kalo sampek iritasi berat dan ngeluarin air mata? Bisa batal tuh puasa kamu. So, persiapakan barang ini!

5.   Obat Maag
Bulan Puasa Ramadhan Tips puasa buka puasa sahur

Siapkan barang kecil ini untuk menemani bulan Ramadhan kamu. Terlebih bagi kamu yang punya riwayat penyakit maag, maka pastikan kamu memiliki persedian obat maag satu toko untuk berjaga-jaga agar maag kamu tidak kambuh di saat ketemu mantan, eh maksudnya disaat berpuasa. Ingat, jangan jadikan obat maag ini sebagai menu utama sahur kamu!

6.   Tiket Buka Puasa Gratis
Bulan Puasa Ramadhan Tips puasa buka puasa sahur

Mana nih yang merasa PPT? Para Pencari Takjil maksudnya. Wah penting banget nih, silakan kumpulkan tiket takjil atau berbuka puasa gratis sebanyak-banyaknya, tapi ingat jangan digandakan ya tiketnya! Hampir di setiap masjid-masjid menyediakan takjil dan makanan berbuka gratis bagi para jamaahnya. Kalau udah dikasih gratisan, siapa sih yang nggak mau? Apalagi anak kos yang udah satu bulan belum dapat kiriman, bisa jadi rejeki nomplok tuh.

7.   Yang Manis-Manis
Kata kebanyakan orang; “Berbukalah dengan yang manis-manis.”
Ya, siapkan juga yang manis-manis di rumah atau tempat kos kamu. Kenangan manis sama mantan, misalkan. Atau silakan bawa yang manis di bawah ini.
Bulan Puasa Ramadhan Tips puasa buka puasa sahur

Jangan salah fokus! Maksudnya adalah, siapkan makanan yang manis-manis yang umum dijumpai di saat bulan Ramadhan. Misal adalah kurma atau sirup yang bisa dengan mudah kamu beli di toko-toko terdekat.

8.   Cermin
Bulan Puasa Ramadhan Tips puasa buka puasa sahur

Benda terakhir adalah cermin. Kok cermin, sih?
Yap, siapkan cermin besar di kamar kamu. Untuk apa? Untuk melakukan intopeksi diri. Yuk, jadikan bulan Ramadhan ini sebagai penambah iman kita dan juga sebagai ladang intropeksi diri kita sendiri. Mari intropeksi diri atas apa yang sudah dilakukan selama ini dan bagaimana puasa kita di bulan Ramadhan tahun kemarin, selanjutnya dari hasil intropeksi diri tersebut mari kita renungkan apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki diri di bulan yang penuh berkah ini. Serius banget ya.

Nah, itu dia 8 benda atau kebutuhan yang harus kamu siapkan selama bulan Ramadhan ini. Kira-kira, benda apa aja yang belum kamu siapkan, lur? Kalau masih ada yang kurang, yuk disiapkan dari sekarang! Dan selagi masih hari pertama, aku mau minta maaf apabila selama berteman di dunia maya ini sering menimbulkan keresahan bagi kalian semua. Begitu pun sebaliknya, aku juga udah maafin kalian semua kok! Jangan lupa, minta maaf juga ke mantan ya, biar nggak ada dusta selama menjalankan ibadah puasa.

Oh ya, ada titipan pesan nih. Yuk, kita jalankan seluruh serangkaian ibadah di bulan Ramadhan ini dengan hati ikhlas dan semata-mata mengharap ridha dari Allah SWT. Jangan sampai kita mensia-siakan momen di bulan Ramadhan ini. Tinggalkan segala aktivitas yang dapat mengurangi pahala ibadah kita, termasuk tinggalkan mantan dan segala kenangannya, insyaallah berkah.

Semoga postingan kali ini bermanfaat dan bisa dimanfaatin oleh kamu-kamu semua. Selamat berpuasa, dulur! Nantikan cerita Ramadhan selanjutnya....



Kamis, 22 Desember 2016

IBU.

Hari Ibu 22 desember Haydar Iskandar orang tua renungan sedih


Ibu, adalah kado terindah dalam kehidupanku. Andai kala itu Ibu tahu, bahwa tangisku saat baru keluar dari rahimmu adalah luapan tentang suka, cinta dan bahagia, yang kini berubah menjadi luapan duka.

Ibu, adalah harmonisasi ayat-ayat suci Al-Quran yang nyaring terdengar saat aku baru lahir ke dunia. Andai kala itu Ibu tahu, aku melihat sejuta warna yang tak lagi aku lihat sekarang.

Ibu, adalah keajaiban yang hanya Tuhan berikan sekali dalam kehidupanku, dan yang terlihat sekarang adalah pekatnya.

Ibu, adalah debar rindu yang saat ini merayap di tiap jengkal waktuku, yang dulu tak pernah aku rasakan.

Ibu, adalah lembaran luka yang setiap abjadnya aku tulis menggunakan tinta air mataku sendiri.

Dan kehilanganmu, adalah kematian yang paling
mengerikan, bahkan dari kematianku sendiri.
~Ibu.

Tangisku yang sekarang, bukan luapan suka, bahagia ataupun cinta, melainkan sengsara yang aku nikmati. Sejuta warna yang dulu aku lihat, kini hanya ada satu warna saja; hitam.

Aku masih ingat betul, yang dulu sering Ibu katakan; “Ibu akan selalu bersamamu, Nak,” Ternyata hanya sebuah kebohongan agar aku selalu  merasa aman dan nyaman dalam hidup.

Dulu, saat aku meminta apapun, Ibu selalu memberikannya. Bahkan, ketika aku meminta untuk dibelikan sepatu baru dan Ibu sedang tidak punya uang, Ibu tetap berusaha membelikanku sepatu baru dengan cara berhutang kepada tetangga, dan dengan ikhlas Ibu berkata;
“Ini, Nak, sepatu baru yang kamu minta kemarin, maaf karena Ibu
telat membelikannya untukmu.”

Ibu, percayalah, sekarang aku tidak akan lagi banyak meminta. Aku hanya meminta satu untukmu, penuhi apa yang pernah Ibu sampaikan dulu, bahwa Ibu akan selalu bersamaku dan tidak akan pernah pergi jauh.

Dan kehilanganmu, adalah kematian yang paling
mengerikan, bahkan dari kematianku sendiri.
~Ibu.

Setiap malam, Ibu selalu membacakan doa pengantar tidurku. Lalu mematikan lampu dan menutup pintu kamar dengan rapat, agar tidak ada nyamuk yang masuk dan menyentuh kulitku.

Dan ketika aku bangun tidur, adalah kecupan dari Ibu yang bersarang pertama kali di keningku, sambil berbisik, “Ibu sudah siapkan sarapan kesukaanmu, Nak. Bangunlah!”

Saat akan berangkat sekolah, Ibu tidak pernah lupa untuk memeriksa kembali alat tulisku, sehingga aku tidak pernah dihukum saat disekolah seperti teman-temanku yang lain karena lupa membawa alat tulis. Bahkan yang paling aku suka, Ibu selalu membenarkan posisi dasiku dan menyisir rambutku. Entah, aku selalu terlihat percaya diri ketika Ibu yang melakukannya.

Lalu, bagaimana aku bisa hidup dengan baik tanpa semua perlakuanmu itu? Ibu menyuruhku, agar aku tidak menjadi anak yang cengeng. Tapi Ibu tidak pernah megajariku untuk tidak menangis, saat sebab menangisku adalah karena kehilanganmu. Ibu bilang, aku harus selau tersenyum ikhlas. Tapi Ibu tidak pernah menunjukkan kepadaku tentang bagaimana itu sebuah senyum ikhlas, saat semua luka akibat kepergianmu menjadi penghalangnya.

Setiap kata yang diucapkan oleh Ibu, adalah kata yang paling meneduhkan hati. Terlebih ketika Ibu mengatakan, “Ibu mencintaimu, Nak.”  Ya, awalnya aku mengira bahwa apapun yang diucapkan oleh Ibu akan selalu meneduhkanku. Tetapi sampai pada saat itu, adalah pertama kalinya sebuah ucapan dari lisan Ibu yang sangat menyayat hati, kini dan sampai nanti;

“Selamat tinggal, Nak. Maafkan Ibu sering mengecewakanmu!
Ash hadu anla illa ha illallah wa ash hadu anna Muhammad ar rasulullah.”



----------------------------------------
Surabaya, 22 Desember 2016 | 00.23 WIB
Postingan ini sengaja aku tulis untuk merayakan Hari Ibu 22 Desember. Pesannya adalah, yuk luangkan waktu kamu untuk bersama Ibu dan Ayah kamu. Minimal, untuk sekadar ngobrol santai sambil menonton televisi. Percayalah, Ibu Ayah kita hanya inginkan kamu selalu ada  waktu untuk menemani usia senjanya. Dan di momen Hari Ibu ini, mari rayakan dengan mengatakan kalimat sayang kepada orang tua kita langsung. Berani?



Jumat, 28 Oktober 2016

Jadilah Remaja yang Pasti-Pasti Aja (2)

2.  Remaja, gudangnya ide dan kreatifitas

Haydar Iskandar motivasi remaja sumpah pemuda indonesia genre

Ketika membaca judul poin dua di atas, saya prediksikan ada dua hal respon kilat diantara kalian; sepakat dan kurang sepakat.

Pertanyaannya adalah, lebih banyak mana antara orang yang memilih sepakat dengan yang tidak sepakat?

Mari, kita simak bersama penjelasan di bawah untuk menentukan jawaban atas pertanyaan pembuka tersebut.

Secara kapasitas, usia muda (remaja) memiliki semangat yang lebih berapi-api daripada kelompok usia lainnya. Ya, jelas saja karena mereka masih muda. Dan kita sering pula mendapati berita soal anak muda yang mampu menciptakan sebuah karya yang luar biasa. Bahkan baru-baru ini, dikabarkan sekelompok mahasiswa mampu menciptakan salep penyembuh luka pada penderita diabetes, yang atas karyanya ini mampu mencengangkan para tim medis. Dan masih banyak lagi kehebatan-kehebatan mereka yang acap kali membuat kita berdecak kagum.

Melihat fakta tersebut, tentu kita akan sangat sepakat bahwa usia muda (remaja) merupakan gudangnya ide dan kreatifitas. Namun, yang sangat disayangkan adalah kita seringkali ragu bahkan salah paham terhadap diri sendiri. Kita sering mengira, mengira bahwa kita tidak memiliki kemampuan terhadap suatu bidang. Kita mengira, mengira bahwa kita tidak mungkin menang terhadap sebuah perlombaan yang sedang kita ikuti. Kita mengira, mengira bahwa kita tidak bisa berbuat banyak untuk menghasilkan karya hebat.

Kita terlalu banyak mengira-mengira yang pada akhirnya cenderung melemahkan kepercayaan diri kita sendiri. Padahal sebenarnya, kita mampu menguasai terhadap suatu bidang. Kita mampu menjadi pemenang dalam sebuah perlombaan. Dan kita punya peluang besar untuk menghasilkan sebuah karya besar.

Kita sering salah paham terhadap diri sendiri.

Mari kita banyak-banyak melihat. Melihat potensi dalam diri. Melihat kesulitan untuk dimanfaatkan. Dan yang terpenting, melihat hasil yang akan kita ciptakan. Jangan sesekali meragukan langkah pergi Anda, tetapi mantapkan setiap pijakan langkah tersebut. Ingat, bahwa apa yang terjadi adalah apa yang kita pikirkan. Kalimat tersebut memang sudah sering dibahas, tapi hanya sedikit orang yang mempercayainya.

Untuk itu, catatlah semua ide-ide hebatmu. Jangan peduli, sekalipun orang melihat idemu sebagai ide gila. Ketahuilah, bahwa orang terdahulu kita yang telah menciptakan banyak karya yang kita nikmati sekarang, dulunya disebut sebagai orang tergila karena banyak mengkhayalkan sesuatu yang tidak mungkin untuk terjadi. Tapi lihatlah sekarang, yang tidak mungkin itu telah menjadi nyata.
Sekarang, apakah kita sudah menemukan jawaban atas pertanyaan pembuka tadi?
Lebih banyak mana orang yang sepakat atau kurang sepakat? Anda yang mulanya sepakat, apakah tetap sepakat?  Dan Anda yang mulanya kurang sepakat, apakah akan tetap tidak sepakat? atau sebaliknya?


3.    Mengubah hobi menjadi profit

Haydar Iskandar motivasi remaja sumpah pemuda indonesia genre

Eeem... Kalo bicara soal hobi, siapa sih yang tidak punya hobi? Terutama anak muda jaman sekarang, bahkan bisa jadi memiliki lebih dari satu hobi. Mulai dari hobi yang terbilang kece, sampai pada hobi yang nyeleneh. Macam-macam alasan mereka mengapa menghobikan hal tersebut.

Bukan masalah, apapun jenis hobinya. Tapi yang menjadi keharusan kali ini adalah bagaimana menjadikan hobi itu bernilai manfaat, terlebih dapat bernilai bisnis untuk kita.

Pertama, kita harus sepakat, bahwa semua hobi yang baik dapat dijadikan bisnis. Coba ulangi kalimat barusan. Setelah itu mari sepakati. Atau masih ada yang belum sepakat? Kalau begitu mari lanjut pada pembahasan.
Saat ini, banyak sekali orang-orang yang memanfaatkan hobi mereka sebagai bisnis. Kelebihannya adalah, mereka dibayar atas kesenangan yang mereka kerjakan.

Mungkin akan menimbulkan pertanyaan baru, bagaimana sih mengubah hobi tersebut menjadi profit?

Mulailah dari hal sederhana, tindakan kecil yang bisa kamu lakukan. Tekuni-kembangkan apa yang menjadi hobimu saat ini. Lalu carilah cara untuk mengubah hobi tersebut menjadi peluang bisnis.
Sekarang, apa hobimu?
Hobi bongkar motor, berbisnislah dengan membuka bengkel motor.
Hobi membaca dan menulis, terus kembangkan sehingga menjadi penulis. Dan tentu masih banyak lagi contoh-contoh lain.
Memang, untuk mencapai hasil besar tidak bisa instan. Butuh kerja yang keras dan kerja ikhlas. Maka berusahalah sampai kamu lupa lelah.


4.    Jadilah remaja baper dan jaim

Haydar Iskandar motivasi remaja sumpah pemuda indonesia genre

Sederhana saja, pesan yang akan saya sampaikan dalam poin terakhir di seri "Jadilah remaja yang pasti-pasti aja" kali ini.

Pesannya adalah: Jadilah Remaja Baper dan Jaim.

Adakah yang nyeleneh dalam kalimat tersebut? Ya, ada, mungkin. Kenapa kok harus baper, bawa perasaan? Dan kenapa kok harus jaim, jaga image? Begitukah pertanyaan yang terlintas di benak Anda saat ini?

Sekarang mari kita sepakati soal apa yang saya maksud baper dan jaim di sini. Baper: bawa perubahan. Jaim: jaga iman.

Tentu, sebagai pemuda, kita harus menyumbangkan banyak ide dan aksi positif, untuk menunjang terjadinya perubahan demi perubahan yang lebih baik.

Jaim, ya, jaga iman adalah kunci utama. Pada kejadian di lapangan, banyak sekali di antara kita yang kurang jaim, sehingga berbagai ancaman (masalah) mudah sekali menyentuh sikap dan emosi kita. Akhirnya bertindaklah kita sebagai orang yang salah.

Sedehananya, ayo menjadi sosok yang jaim, jaga iman. Dan setelah itu, ayo menjadi sosok yang baper, bawa perubahan. Untuk siapa? Minimal untuk diri sendiri. Selanjutnya, bawa perubahan untuk bangsa.

Ingat, bahwa perubahan besar diawali oleh langkah kecil yang sederhana. Maka segera ambil langkah untuk menuju perubahan yang besar.

Dan pertanyaan penutupnya adalah, siapa yang merasa perlu untuk selalu baper dan jaim?

Anda kah?